Pages

Banner 468 x 60px

 

PROFIL DESA

0 komentar


1.    Profil Desa Dharma Tanjung
Desa adalah kumpulan dari beberapa pemukiman penduduk yang biasanya disebut kampung, yang berada diwilayah bawah kecamatan dipimpin oleh seorang kepala desa. Adapun fungsi desa sebagai berikut:
1.      Desa sebagai hinterland (pemasok kebutuhan bagi kota)
2.      Desa merupakan sumber tenaga kerja kasar bagi perkotaan
3.      Desa merupakan mitra bagi pembangunan kota
4.      Desa sebagai bentuk pemerintahan terkecil diwilayah Kesatuan Negara Republik Indonesia

a.       Letak Desa
            Desa Dharma Tanjung merupakan sebuah desa yang terletak di Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang Madura. Desa ini berdiri diatas lahan seluas 527,00 Ha yang terdiri dari pemukiman, persawahan, perkebunan, kuburan, pekarangan, taman  dan prasarana umum lainnya (sumber: Data Desa). Dharma Tanjung sendiri terbagi dalam 6 dusun yang letaknya tidak seberapa jauh dan masing-masing memiliki potensi yang berbeda-beda diantaranya Dusun Daman yang dihuni oleh 450 kepala keluarga, Dusun Tanjung yang dihuni oleh 270 kepala keluarga, Dusun Pandiyan yang dihuni oleh 348 kepala keluarga, Dusun Manjeng yang dihuni oleh 202 kepala keluarga, Dusun Manceng yang dihuni oleh 137 kepala keluarga dan Dusun Dengkah yang dihuni oleh 384 kepala keluarga.
b.      Sejarah Singkat Desa
Berawal dari perjalanan sepasang suami istri yaitu Joko Tole dan Dewi Ratnadi yang memulai perjalanannya dari kota gersik dan singgah sebentar di Kabupaten Sampang ini, dengan keadaan Dewi Ratnadi yang matanya tidak dapat melihat atau buta.
Sesampainya di Kabupaten Sampang mereka berhenti disuatu desa yang belum memiliki nama, Dewi Ratnadi mengatakan “Ajunjung” yang kemudian menjadi “Tanjung” dan setelah itu dijadikan nama untuk desa ini. “Ajunjung” barasal dari bahasa Madura yang berarti meninggikan. Namanya tersebut dianggap baik dan jadilah nama tersebut digunakan untuk desa ini, yang berubah menjadi Tanjung dan saat ini disebut desa Dharma Tanjung. (Sumber: Berdasarkan wawancara dengan Bapak Markuat/tokoh masyarakat desa Dharma Tanjung)
  
2.    Potensi Desa         
Desa ini terletak disepanjang pesisir pantai Camplong dan kebanyakan penduduknya bekerja sebagai nelayan karena mereka memang tinggalnya dipesisir, menjadi seorang nelayan tentunya menjadi hal yang wajar dilakukan oleh seluruh masyarakat Dharma Tanjung. Hasil perikanan di desa ini sangat melimpah sehingga masyarakat diluar Kabupaten Sampang ini mengetahui bahwa Dharma Tanjung merupakan desa penghasil ikan yang terbesar dikawasan Sampang sendiri.
           
  

(Gambar 1: Dharma Tanjung,19/07/2018)
            Selain perikanan yang melimpah, desa Dharma Tanjung juga memiliki potensi lainnya yaitu berupa lahan yang bisa dibilang subur bagi beberapa tumbuhan seperti tembakau, cabe dan lainnya. Hal ini dimanfaatkan oleh beberapa penduduk yang memiliki lahan yang luas untuk bertani dengan menanam beberapa tumbuhan yang subur untuk ditanam dilahan mereka dan hasilnya langsung dijual kepasar terdekat, yang paling banyak ditanam oleh para petani desa Dharma Tanjung yakni tembakau. Dengan adanya pertanian ini dapat membantu perekonomian masyarakat desa Dharma Tanjung untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sebagai tambahan penghasilan sebagai nelayan.
     

(Gambar 2: Dharma Tanjung,19/07/2018)
            Banyaknya potensi di Desa Dharma Tanjung membuat masyarakatnya berinovasi mengolah hasil alam desa tersebut agar menghasilkan sesuatu yang lebih guna menunjang hidup mereka. Misalnya dari hasil ikan yang melimpah tadi masyarakat Desa Dharma Tanjung mengolahnya menjadi petis yang siap dijual keberbagai daerah. Selain itu, masyarakat desa ini juga membuat hasil kerajinan berupa anyaman dari bambu yang dibuat menjadi keranjang-keranjang dan hasilnya bisa langsung dijual kepasar.
(Gambar 3: Dharma Tanjung,19/07/2018)

(Gambar 4: Dharma Tanjung,19/07/2018)
  
3.    Keuangan Desa
APBDes 2017
DESA DHARMA TANJUNG
KEC. CAMPLONG KAB. SAMPANG

PENDAPATAN
PENDAPATAN ASLI DESA
Rp. 115.500,-
ADD KURANG BAYAR
Rp. 65.736.281,-
DANA DESA (DD)
Rp. 930.314.442,-
ALOKASI DANAA DESA (ADD)
Rp. 493.969.861,-
BAGI HASIL PAJAK DAERAH
Rp. 6.202.368,-
BAGI HASIL RETRIBUSI DAERAH
Rp. 10.375.669,-
BK KHUSUS KABUPATEN
Rp. 15.900.000,-

BELANJA
BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA
Rp. 126.845.042,00
BIDANG PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DESA
Rp. 309.160.748,30
BIDANG PELAKSANAAN PEMBANGUNAAN DESA
Rp. 949.249.281,00
BIDANG PEMBINAAN KEMASYARAKATAN DESA
Rp. 136.473.500,00
BIDANG TAK TERDUGA
Rp. 2.500.000,00


PENERIMAAN PEMBIAYAAN
Rp. 1.614.486,30
 





4.      Sektor Pendidikan
Desa Dharma Tanjung merupakan sebuah desa pesisir yang peduli akan pendidikan generasi mudanya, banyaknya sarana-sarana pendidikan di desa ini membuktikan kepedulian mereka akan pentingnya pendidikan untuk anak-anak. Mulai dari sekolah tingkat SD, SMP, hingga SMK atau SMA pun ada, sarana pendidikan semacam ini dibangun oleh penduduk asal Dharma Tanjung sendiri guna mencerdaskan generasinya supaya tidak tertinggal dengan daerah lainnya. Para tokoh masyarakat di desa ini mendirikan sekolah dengan izin yang legal serta bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang.
(Gambar 5: SDS Muhammadiyah Dharma Tanjung, 24/07/2018)

5. Aparatur Desa Dharma Tanjung 
Aparat sering diartikan sebagai pegawai negeri atau pegawai Negara atau  seperangkat sistem yang digunakan oleh penguasa/pemerintah untuk mengelola kekuasaannya atau semua perangkat yang digunakan oleh pemerintah untuk menerapkan kekuasaan pada masyarakat. Oleh karena itu, seandainya aparat diartikan sebagai pegawai sekalipun maka tidak hanya meliputi pegawai yang berstatus pegawai negeri melainkan pegawai yang bukan pegawai negeri juga sepanjang terlibat dalam kegiatan pemerintahan.
            Dharma Tanjung merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang. Mengenai sistem administrasi di Desa Dharma Tanjung, berdasarkan informasi yang didapat melalui wawancara dan survei ke beberapa aparatur desa, sistem administrasi untuk masyarakat dikatakan sudah cukup terorganisir. Hal tersebut dilihat melalui prosedur pengurusan surat-surat dan kartu-kartu kependudukan. Setiap warga yang menginginkan untuk mengurus kartu keluarga misalnya, mereka tinggal mengurus langsung ke kepala desa. Mengenai pendataan terhadap masyarakat, biasanya didata oleh masing-masing KADUS dan setiap mendata langsung kemuadian diserahkan ke kepala desa. Namun juga terdapat kekurangan, yaitu keadaan kantor desa yang dilakukan di rumah kepala desa, juga didapati seringkali kepala desa tidak ada ditepat sehingga dinilai pelayanan yang diberikan kurang efektif dan belum maksimal.
Berikut ini merupakan struktur aparatur desa yang ada di Desa Dharma Tanjung Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang.

(Gambar: Struktur Organisasi Pemerintahan Desa Dharma Tanjung)
Kepala desa
Kepala Desa adalah pemimpin dari desa di Indonesia. Kepala Desa merupakan pimpinan dari pemerintah desa. Masa jabatan Kepala Desa adalah 6 tahun, dan dapat diperpanjang lagi untuk satu kali masa jabatan. Kepala Desa tidak bertanggung jawab kepada Camat, namun hanya dikoordinasikan saja oleh Camat.

Wewenang kepala desa antara lain:
  • Memimpin penyelenggaraan pemerintahan desa berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
  • Mengajukan rancangan peraturan desa.
  • Menetapkan Peraturan Desa yang telah mendapat persetujuan bersama BPD.
  • Menyusun dan mengajukan rancangan peraturan desa mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APB Desa) untuk dibahas dan ditetapkan bersama BPD.
  • Membina kehidupan masyarakat desa, perekonomian desa
  • Mengoordinasikan pembangunan desa secara partisipatif
  • Mewakili desanya di dalam dan di luar pengadilan dan dapat menunjuk kuasa hukum untuk mewakilinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan; dan
  • Melaksanakan wewenang lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Sekertaris Desa
Sekretaris desa merupakan ujung tombak pemerintahan desa yang melaksanakan tugas khususnya membantu kepala desa di bidang administrasi dan memberikan pelayanan teknis adminsitratif  kepada seluruh perangkat desa serta membantu kapala desa dalam menjalankan hak, wewenang dan kewajiban pimpinan pemerintahan desa. Sekretariat Desa merupakan unsur Staf Pemerintah Desa dipimpin oleh seorang Sekretaris Desa yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Desa.  Sekretaris Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebagai Perangkat Desa. Sekertasis desa terdiri atas Sekertaris desa, dan  kepala-kepala urusan.
Berdasarkan pertimbangan bahwa sekertaris desa sebagai kepala sekertariat adalah lebih banyak mengetahui urusan-urusan pemerintahan desa dibandigkan dengan perangkat desa lainnya, maka dalam hal kepala desa berhalangan menjalankan tugasnya , sekertaris desa ditetapkan untuk mewakilinya. Kepala-kepala urusan diangkat dan diberhentikan oleh Camat atas nama Bupati/Walikotamadya Kepala daerah tingkat II atas usul kepala desa. Syarat-syarat pengangkatan dan pemberhentian sekertaris desa dan kepala-kepala urusan diatur dalam peraturan daerah sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri.
Kepala Dusun
Untuk memperlancar jalannya pemerintahan desa dalam desa dibentuk dusun yang dikepalai oleh kepala dusun sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri. Kepala dusun adalah orang yang mengetuai sebuah dusun, satu wilayah di bawah desa atau unsur pelaksana tugas Kepala Desa dengan wilayah kerja tertentu. Kepala Dusun diangkat dan diberhentikan oleh Camat atas nama Bupati/Walikotamadya kepada daerah tingkat II atas usul kepala desa. Satu desa biasanya terdiri dari beberapa dusun dan dusun terdiri dari beberapa RT dan RW. Masa jabatan seorang kadus paling lama adalah sekitar lima tahun, mengikuti sistem pemerintahan yang ada di Indonesia saat ini.

Badan Permusyarakatan Desa (BPD)





(Gambar: Struktur Organisasi BPD Desa Dharma Tanjung)

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) merupakan lembaga perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. BPD dapat dianggap sebagai "parlemen"-nya desa. BPD merupakan lembaga baru di desa pada era otonomi daerah di Indonesia. Anggota BPD adalah wakil dari penduduk desa bersangkutan berdasarkan keterwakilan wilayah yang ditetapkan dengan cara musyawarah dan mufakat. Anggota BPD terdiri dari Ketua Rukun Warga, pemangku adat, golongan profesi, pemuka agama dan tokoh atau pemuka masyarakat lainnya. Masa jabatan anggota BPD adalah 6 tahun dan dapat diangkat/diusulkan kembali untuk 1 kali masa jabatan berikutnya. Pimpinan dan Anggota BPD tidak diperbolehkan merangkap jabatan sebagai Kepala Desa dan Perangkat Desa.
Peresmian anggota BPD ditetapkan dengan Keputusan Bupati/Wali kota, dimana sebelum memangku jabatannya mengucapkan sumpah/janji secara bersama-sama dihadapan masyarakat dan dipandu oleh Bupati/ Wali kota. Ketua BPD dipilih dari dan oleh anggota BPD secara langsung dalam Rapat BPD yang diadakan secara khusus. BPD berfungsi menetapkan Peraturan Desa bersama Kepala Desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat. Wewenang BPD antara lain:
·         Membahas rancangan peraturan desa bersama Kepala Desa
·         Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan Peraturan Desa dan Peraturan Kepala Desa
·         Mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian Kepala Desa
·         Membentuk panitia pemilihan Kepala Desa
·         Menggali,menampung, menghimpun, merumuskan dan menyalurkan aspirasi masyarakat; dan
·         Penggunaan nama/istilah BPD tidak harus seragam pada seluruh desa di Indonesia, dan dapat disebut dengan nama lain.
Keanggotaan BPD :
a         Anggota BPD adalah wakil dari penduduk Desa yang bersangkutan berdasarkan keterwakilan wilayah yang ditetapkan dengan cara musyawarah dan mufakat;
b        Anggota BPD terdiri dari Ketua RT/RW, golongan profesi, pemuka agama dan tokoh atau pemuka masyarakat;
c         Anggota BPD setiap Desa berjumlah gasal dengan jumlah sesuai ketentuan yang berlaku;

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat  Desa (LPMD)




(Gambar: Struktur Organisasi LPMD Desa Dharma Tanjung)

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) mempunyai tugas menyusun rencana pembangunan secara partisipatif, menggerakkan swadaya gotong-royong masyarakat, melaksanakan dan mengendalikan pembangunan. Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) dalam melaksanakan tugasnya mempunyai fungsi :
1.      Penampungan dan penyaluran aspirasi masyarakat dalam pembangunan.
2.      Penanaman dan pemupukan rasa persatuan dan kesatuan masyarakat dalam kerangka memperkokoh NKRI.
3.      Peningkatan kualitas dan percepatan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat.
4.      Penyusunan rencana, pelaksanaan, pelestarian dan pengembangan hasil-hasil pembangunan secara partisipatif.
5.      Penumbuhkembangan dan penggerak prakarsa, partisipasi, serta swadaya gotong-royong masyarakat.
6.      Penggali, pendayagunaan dan pengembangan potensi sumber daya alam serta keserasian lingkungan hidup.  
Diatas merupakan beberapa struktur organisasi pemerintahan yang ada di Desa Dharma Tanjung Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang. Meningkatkan profesionalisme kerja dalam pelaksanaan pemerintahan di desa Dharma Tanjung Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang sangat diperlukan, karena aparatur pemerintahan akan dituntut untuk dapat melakukan tugas dan fungsinya secara profesional untuk menghasilkan output yang sesuai dengan tujuan organisasi dan keinginan masyarakat serta dapat menjadi faktor pendorong terwujudnya proses pemerintahan yang baik untuk meningkatkan kesejaheraan rakyat.




0 komentar:

Posting Komentar